Sejarah Singkat Provinsi Lampung

Awalnya, Lampung termasuk wilayah bagian Kerajaan Sriwijaya. Hal ini berdasarkan prasasti yang ditemukan di Palas Pasemah, sebuah desa di Kalianda, Lampung Selatan. Sejarah juga pernah menyebutkan istilah kerajaan To-lang-po-hwang, yang bisa jadi istilah tersebut secara khusus dialamatkan Tulangbawang, sebuah wilayah di Lampung. Namun hingga kini belum ada prasasti tertulis yang mampu memperkuat bukti tersebut.

Masuknya Islam dari Banten ke Lampung pada masa Sultan Maulana Hasanuddin menjadikan Lampung berada di bawah pengaruh Kesultanan Banten. Thomas Walker Arnold dalam buku The Preaching of Islam menulis bahwa Islam masuk ke Lampung dibawa oleh pemimpin adat Lampung yang bernama Minak Kemala Bumi.

Rumah adat Lampung Foto rumah adat Lampung. (sumber: Flickr)

Saat Banten kalah dari VOC sekitar tahun 1750, Lampung ikut menjadi wilayah jajahan Belanda. Namun ini hanya di atas kertas. Kenyataannya kekuasaan kolonial terjadi di Lampung baru tahun 1817 sewaktu terbentuk Lampongsche Districten yang berkedudukan di Terbanggi. Tahun 1847, pemerintah Hindia Belanda memindahkan ibukota atau kedudukan residen Terbanggi ke Teluk Betung.

Pertempuran yang mahsyur terhadap Belanda adalah Perang Lampung atau Lampong Oorlog. Ini terjadi selama 30 tahun (1826-1856) dan dipimpin Radin Intan dari Kalianda. Perang Lampung kemudian berakhir dengan gugurnya Radin Intan. Sekarang Radin Intan telah ditetapkan Pemerintah Republik Indonesia sebagai salah seorang Pahlawan Nasional.

Di tahun 1917 Lampung dibagi menjadi dua afdeling dan enam onderafdeling. Yang pertama, Afdeling Teluk Betung yang membawahi Onderafdeling Semangka, Teluk Betung dan Katimbang. Sedangkan yang kedua, Afdeling Tulang Bawang yang membawahi Onderafdeling Tulang Bawang, Sekampung dan Seputih.

Ketika Jepang berkuasa di tahun 1942-1945, Lampung dibagi menjadi 3 bunshu (Telukbetung, Metro, Kotabumi). Masing-masing bunshu terdiri atas beberapa gun (kewedanaan) yang membawahi marga-marga. Kesemuanya ini berada di bawah pimpinan seorang Suchokkan Kakka.

Setelah proklamasi kemerdekaan dikumandangkan tahun 1945, Lampung menjadi keresidenan yang tergabung dalam Propinsi Sumatera Selatan. Hingga pada tahun 1964, melalui Undang-Undang No.14 Tahun 1964, Propinsi Lampung dibentuk dengan ibukota Tanjungkarang dan Telukbetung (kini terkenal dengan sebutan Bandar Lampung).

Demikianlah sekilas sejarah singkat Provinsi Lampung. Semoga dapat menambah wawasan kita semua dan menjadi referensi tersendiri bagi mereka yang membutuhkan.

Leave a Comment