Berberine adalah zat bioaktif yang membantu menurunkan kadar gula darah dan kolesterol serta 4 manfaat

Berberine adalah senyawa bioaktif yang ditemukan secara alami di beberapa spesies tanaman seperti anggur Oregon, barberry Eropa, dan kunyit kayu. Diklaim zat ini bisa menurunkan kadar gula darah hingga menyehatkan jantung.

Ilustrasi Buah barberry kering.(Sehatq/MRG)

Tidak heran berberin telah digunakan dalam pengobatan tradisional Tiongkok selama berabad-abad. Aplikasi tersebut dapat menurunkan gula darah hingga sehat untuk jantung.

Ketika dikonsumsi dalam bentuk suplemen, berberin adalah salah satu dari sedikit contoh suplemen yang sama efektifnya dengan obat-obatan kimia. Selain itu, zat kuning ini juga sering digunakan sebagai pewarna alami.

Cara Kerja Berberine

Ketika seseorang mengkonsumsi berberin, tubuh menyerapnya dan membawanya ke aliran darah. Kemudian peredaran darah akan mencapai berbagai jenis sel tubuh.

Di dalam sel-sel ini, berberin kemudian mengikat beberapa target molekuler dan mengubah fungsinya. Inilah yang membuatnya bekerja seperti obat-obatan.

Mekanisme biologis aksi berberin cukup rumit, tetapi ada satu hal yang menarik. Berberin mampu mengaktifkan enzim dalam sel yang disebut AMP-activated protein kinase. Enzim ini bekerja seperti tombol yang mengontrol metabolisme tubuh.

Perannya sangat penting dan dapat ditemukan pada sel-sel organ penting tubuh seperti otak, ginjal, hati, jantung dan otot. Itulah mengapa efek berberin pada metabolisme sangat signifikan.

Ilustrasi Anggur Oregon.(Pr/MRG)

Manfaat Kesehatan Berberine

Sejak berabad-abad yang lalu hingga saat ini, para peneliti terus mempelajari manfaat zat bioaktif ini. Beberapa manfaat berberine adalah:

1. Menurunkan kadar gula darah

Dalam bentuknya yang paling murni, berberin dapat secara signifikan menurunkan kadar gula darah pada penderita diabetes tipe 2. Bahkan, efektivitasnya sering dibandingkan dengan obat diabetes populer, yaitu metformin, glipizide, dan rosiglitazone.

Menariknya, cara kerja berberin saat tertelan bisa memiliki mekanisme yang berbeda, yaitu:

  • Mengurangi resistensi insulin
  • Meningkatkan kemampuan tubuh untuk memecah gula dalam sel (glikolisis)
  • Mengurangi produksi gula di hati
  • Menunda penyerapan karbohidrat di usus
  • Meningkatkan jumlah bakteri menguntungkan di saluran pencernaan.
  • Memperkuat hal ini, tim peneliti dari Shanghai Institute of Endocrinology and Metabolism melakukan eksperimen pada 116 pasien diabetes. Mereka mengkonsumsi 1 gram berberin setiap hari. Akibatnya, kadar gula darah turun hingga 20% menjadi normal.
TRENDING  Apa itu Invisalign? 6 hal yang harus Anda ketahui sebelum menggunakan Invisalign

Hal inilah yang membuat berberin banyak dikonsumsi sebagai suplemen bagi penderita diabetes. Terutama bagi mereka yang perlu menurunkan kadar gula darahnya.

2. Menurunkan Kolesterol

berberine adalah zat aktif biologis yang dapat menurunkan kolesterol total sekaligus meningkatkan kolesterol baik atau HDL. Faktanya, protein apolipoprotein B, yang merupakan bahan penyusun kolesterol, juga berkurang 13-15%. Jika tingkat protein ini terlalu tinggi, itu merupakan faktor risiko utama penyakit kardiovaskular.

Tidak hanya itu, berberin juga bekerja dengan cara menghambat enzim proprotein convertase subtilisin/kexin tipe 9 atau PCSK9. Dengan demikian, lebih banyak kolesterol jahat atau LDL dikeluarkan dari aliran darah.

Pada saat yang sama, suplemen berberin juga dapat menurunkan gula darah dan obesitas. Semuanya merupakan faktor risiko penyakit kardiovaskular.

Ilustrasi Kunyit.(grid/MRG)

3. Kemampuan untuk menurunkan berat badan

Sebuah studi 2012 melihat efek berberin pada berat badan. Penelitian dilakukan selama 12 minggu pada orang gemuk. Mereka mengonsumsi 500 miligram berberin tiga kali sehari.

Akibatnya, rata-rata berat badan responden turun 2,2 kilogram. Tak hanya itu, lemak tubuhnya juga berkurang 3,6%.

Penemuan menarik lainnya juga mengungkapkan manfaat berberin pada orang dengan sindrom metabolik. Sebuah tim peneliti Cina mengamati perubahan setelah mengambil 300 miligram berberin selama tiga bulan.

Akibatnya, indeks massa tubuh para peserta turun dari 31,5 menjadi 27,4. Artinya, dari obesitas menjadi kelebihan berat badan hanya dalam waktu tiga bulan.

Diyakini penurunan berat badan ini terjadi karena fungsi hormon yang mengontrol lemak lebih optimal. Pada saat yang sama, berberin juga menghambat pertumbuhan sel-sel lemak pada tingkat molekuler.

4. Kemampuan untuk Mengurangi Peradangan dan Infeksi

Pada bulan Februari 2014, sebuah penelitian menunjukkan manfaat berberin sebagai antioksidan dan agen anti-inflamasi. Pertama-tama, ketika digunakan dalam pengobatan diabetes yang kompleks.

TRENDING  Apa itu Amniosentesis: Gambaran Umum, Manfaat, dan Hasil yang Diharapkan

Dosis dan efek samping Berberine adalah

Dari berbagai penelitian yang dikutip di atas, rata-rata asupan harian suplemen berberine adalah antara 900 dan 1.500 miligram. Biasanya, orang mengambil 500 miligram berberin tiga kali sehari sebelum makan.

Jika Anda mengonsumsi berberin, penting untuk menghentikan jadwal Anda beberapa kali sehari agar gula darah Anda tetap stabil. Namun, pastikan untuk memeriksakan diri ke dokter jika Anda sedang mengonsumsi obat-obatan tertentu, terutama yang menurunkan kadar gula darah.

Secara umum, suplemen berberin aman dikonsumsi. Kemungkinan efek samping termasuk perut kembung, kram, diare, sembelit, sakit perut dan gas.

Catatan

Efektivitas berberine dalam menurunkan kadar gula darah begitu besar sehingga tidak kalah populernya dengan obat lain untuk pengobatan diabetes. Mereka yang memiliki sindrom metabolik juga bisa mendapatkan efek positif.

Mungkin juga suplemen ini dapat mendukung kesehatan jantung untuk melindungi dari penyakit kronis yang berhubungan dengan penuaan.

Sumber : Sehatq

Leave a Comment